Tampilkan postingan dengan label Jurnal Bahasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jurnal Bahasa. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 Juli 2016

Tindak Tutur Representatif Bahasa Banjar dalam Cerita Pendek "Mudik" Karya Jamal T. Suryanata

Oleh: Siti Jamzaroh
Abstrak

Kajian tindak tutur dalam cerpen memiliki keterbatasan. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan tindak tutur representative bahasa Banjar dalam cerpen “Mudik” karya Jamal T. Suryanata, dalam kumpulan cerpen Galuh.Pemilihan ini didasarkan pada pertimbangan bahwa cerpen tersebut mampu mengungkapkan fenomena-fenomena pragmatik yang hidup dalam masyarakat Banjar yang sebenarnya.

Senin, 04 Juli 2016

Analisis Fonologis Bahasa Komering

Oleh: Muhammad Irsan
Abstrak 

Penelitian ini membahas fonologi bahasa Komering (BK), sebuah bahasa daerah di Sumatera Selatan. Bahasa itu dikelompokkan ke dalam kelompok bahasa Austronesia, Melayu Polinesia, dan Lampung. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan deskripsi sistem fonologi BK secara lengkap yang mencakupi pasangan minimal, klasifikasi vokal, konsonan, diftong, dan pola fonotaktiknya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskripstif. Data diperoleh dengan metode cakap dan teknik wawancara dengan menggunakan daftar kosakata dasar Swadesh sebagai pertanyaan arahan.

Minggu, 03 Juli 2016

Cucupatian "Teka-Teki Bahasa Banjar" (suatu Analisis, Bentuk, Teknik, dan Strategi)

Oleh: Eka Suryatin
Abstrak

Penelitian ini membahas bagaimana bentuk, teknik, dan strategi cucupatian bahasa Banjar. Tujuan penelitian mendeskripsikan bentuk, teknik, dan strategi cucupatian bahasa Banjar. Metode yang digunakan deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini berupa lisan dan tulisan, sumber data lisan berupa teka-teki yang dituturkan masyarakat Banjar dan sumber data tertulis berupa buku Cucupatian Banjar.

Kamis, 30 Juni 2016

Pemertahanan Bahasa Lampung Oleh Siswa Lampung di Kabupaten Lampung Utara

Oleh: Achril Zalmansyah, Ratih Rahayu, Hasnawati Nasution
Abstrak

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kepedulian siswa terhadap bahasa Lampung dengan menggunakannya di dalam kehidupan sehari-hari sebagai bahasa ibunya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa Lampung oleh siswa Lampung ketika berbicara di dalam lingkungan keluarganya mencapai angka 72,5%, hal ini berarti pemertahanan bahasa Lampung oleh siswa Kotabumi, Lampung Utara cukup baik.

Sabtu, 25 Juni 2016

Etika Berbahasa dalam Masyarakat Banjar

Oleh: Rissari Yayuk
Abstrak

Dalam penelitian Etika Berbahasa dalam Masyarakat Banjar ini masalah yang dibahas meliputi bagaimana bentuk ujaran dalam  tindak tutur berbahasa dan maksim apa saja yang digunakan  dalam etika kesantunan berbahasa Banjar. Penelitian ini dimaksudkan untuk mendeskripsikan bentuk ujaran dalam  tindak tutur berbahasa dan maksim yang digunakan  dalam etika kesantunan berbahasa Banjar Metode yang digunakan deskriptif kualitatif.

Jumat, 24 Juni 2016

Pelanggaran Prinsip Tutur Kesantunan Tindak Tutur Mengkritik dalam Bahasa Banjar

Oleh: Jahdiah
Abstrak

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelanggaran  prinsip kesantunan tindak tutur mengkritik dalam  bahasa Banjar.Teori yang digunakan dalam penelitian ini  teori kesantunan yang dikemukan oleh Leech yang menekankan pada enam maksim, di antaranya maksim kebijaksanaan, maksim kedermawanan, maksim penghargaan, maksim permufakatan, dan maksim kesimpatisan.

Kamis, 23 Juni 2016

Idiom dalam Bahasa Melayu Jambi

Oleh: Ermitati
Abstrak

Bahasa dan budaya merupakan dua aspek  kehidupan manusia yang tidak dapat dipisahkan karena bahasa merupakan  sarana untuk mengekspresikan budaya suatu bangsa. Idiom sebagai  salah satu bentuk bahasa yang menyandikan sosiokultural penutur suatu bahasa.

Senin, 20 Juni 2016

Kesalahan Penggunaan Kaidah Bahasa Indonesia dalam Penulisan Soal Ulangan Umum Bersama Semester Genap SMA di Kabupaten Muarojambi

Oleh: Sarwono
Abstrak 

Banyak guru yang menganggap bahwa bahasa Indonesia tidak perlu dipelajari karena sudah biasa menggunakannya setiap hari. Hal ini menyebabkan terjadinya kesalahan penggunaan kaidah bahasa Indonesia terutama pada pembuatan soal ulangan umum di sekolah-sekolah.

Sabtu, 18 Juni 2016

Perwujudan Keberagaman Bahasa dan Budaya pada Interaksi Bahasa Tiga Etnis (Jawa, Cina, Arab) Di Sugihwaras Kota Pekalongan

Oleh: Nur Fateah
Abstrak 

Penelitian ini mengungkap keberagaman dalam masyarakat multi etnik yang hidup berdampingan dan dapat menciptakan keharmonisan. Perwujudan manifestasi budaya dan kehidupan masyarakat dapat dilihat dari bahasanya. Hal ini terlihat dalam interaksi bahasa tiga etnik (Jawa, Cina, Arab) di Sugihwaras Kecamatan Pekalongan Timur, Kota Pekalongan yang memunculkan banyak fenomena kebahasaan.

Senin, 13 Juni 2016

Revitalisasi Bahasa Suku Anak Dalam di Provinsi Jambi

Oleh: Yalta Jalinus
Abstrak

Suku Anak Dalam adalah masyarakat suku terasing yang hidup dan berkembang di  Provinsi Jambi. Semenjak ratusan tahun yang lalu  mereka hidup secara tradisional dengan berburu binatang liar, seperti babi hutan, ular, rusa dan sebagainya. Pemeritahan Provinsi Jambi berupaya untuk mengentaskan suku Anak Dalam dari kondisi keterasingan, baik sosial maupun budaya, serta lingkungan tempat tinggalnya.

Minggu, 12 Juni 2016

Kemampuan Pemilihan Kata: Studi Kasus Guru Sekolah Dasar di Kecamatan Telanaipura Kota Jambi

Oleh: Sarwono
Abstrak

Bahasa Indonesia merupakan salah satu mata pelajaran penting di semua jenjang pendidikan, baik pendidikan dasar, pendidikan menengah, maupun pendidikan tinggi. Bahasa memiliki peran  penting baik sebagai alat komunikasi maupun dalam sistem pendidikan nasional. Oleh karena itu, bahasa harus dikuasai dengan baik oleh guru dalam mentransfer ilmu pengetahuan kepada siswanya.

Rabu, 08 Juni 2016

Pemakaian Kata Tidak Baku dikarenakan dalam Abstrak Karya Ilmiah (Studi Kasus Karya Ilmiah digaruda.dikti.go.id)

Oleh: Defina
Abstrak

Kata dikarenakan termasuk kata tidak baku dalam bahasa Indonesia, namun kata dikarenakan sering dijumpai dalam karya ilmiah. Kata dikarenakan  dapat digunakan dalam bahasa lisan. Sementara itu, kata-kata yang digunakan dalam karya ilmiah haruslah kata-kata baku.Tujuan penulisan ini adalah 1) mendeskripsikan pemakaian kata dikarenakan dalam abstrak; 2) menganalisis fungsi kata dikarenakan dalam kalimat.

Senin, 06 Juni 2016

Sistem Sapaan Kekerabatan Masyarakat Melayu Mempawah

Oleh: Damayanti
Abstrak

Bahasa Melayu berkembang menurut  sosial-kultural  masyarakat pemakainya, serta memiliki ragam dialek regional yang berbeda. Bahasa daerah memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap perkembangan kosa kata bahasa Indonesia. Begitu juga dalam Bahasa Melayu yang ada di Kalimantan Barat pada umumnya dan bahasa Melayu yang berkembang di Kabupaten Pontianak khususnya kota Mempawah.  

Sabtu, 04 Juni 2016

Tuturan Pengekspresi Kesantunan Berbahasa dalam Bahasa Banjar

Oleh: Jahdiah
Abstrak

Tulisan ini membahas tuturan pengekspresi kesantunan bahasa Banjar dengan menggunakan teori yang dikemukakan oleh Leech, yaitu teori kesantunan berbahasa, yang berdasarkan enam prinsip kesantunan, yaitu maksim kebijaksanaan, kedermawanan, penghargaaan, kesederhanaan, permufakatan, dan kesimpatisan.

Kamis, 02 Juni 2016

Register atau Fungsiolek Bahasa Mandailing: Sebuah Usaha Memperkenalkan dan Mempertahankan Keunikan Bahasa Lokal (Kajian Sosiolinguistik)

Oleh: Syaiful Bahri Lubis 
Abstrak

Penelitian ini dilakukan untuk menemukan ragam bahasa dalam komunikasi verbal  (linguistik) dan nonverbal  (nonlinguistik) yang dipakai oleh masyarakat Mandailing di Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi Sumatera Utara.

Senin, 30 Mei 2016

Pronomina Kami dalam Bahasa Melayu Jambi

Oleh: Lukman Tanjung
Abstrak

Bahasa Melayu dialek Jambi memiliki keunikan dengan variasi pronominanya. Salah satu pronomina unik tersebut adalah kami yang dapat mengacu kepada orang pertama tunggal dan orang pertama jamak. Meskipun kami memiliki makna ambigu dan dapat menciptakan, kami masih tetap sering digunakan oleh masyarakat penutur bahasa melayu dialek Jambi.

Jumat, 27 Mei 2016

Makna Nonproposisional dalam Peribahasa Berbentuk Ibarat

Ermitati
Abstrak

Tulisan ini  akan membicarakan dua masalah yang berkaitan dengan penggunaan peribahasa (ibarat). Masalah pertama menyangkut pertanyaan: Makna nonproposisional apa yang tersandi dalam suatu peribahasa (ibarat)? Masalah kedua,  dalam konteks bagaimana peribahasa (ibarat)  itu digunakan? Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif, tulisan ini akan mendeskripsikan makna nonproposisional yang tersandi dalam peribahasa (ibarat).

Kamis, 26 Mei 2016

Penulisan Bahan Ajar Bahasa Indonesia Berdasarkan Tata Bahasa Transformasi

Oleh: Andiopenta Purba
Abstrak

Tata bahasa transformasi adalah tata bahasa yang didasarkan atas dua struktur, yaitu struktur dalam dan struktur permukaan. Kedua struktur ini akan dihubungkan dengan apa yang disebut transformasi. Struktur tersebut paling didasarkan atas atas komponen morfologi, sintaksis, semantik dan fonologi. Dalam penerapan tata bahasa transformasi sebagai bahan ajar dapat diterapkan melalui penyusunan silabus gramatikal yang didasarkan atas bentuk, makna dan pemakaian bahasa.

Selasa, 24 Mei 2016

Peribahasa dan Ungkapan dalam Bahasa Mandailing (Tinjauan Sintaksis dan Semantis)

Oleh: Syaiful Bahri Lubis
Abstrak

Ada beragam bentuk peribahasa dan ungkapan dalam bahasa Mandailing. Makna-makna yang terkandung di dalamnya juga beragam. Oleh karena itu penelitian ini akan difokuskanpada bentuk atau struktur (sintaksis) dan makna (semantis) yang terkandung di dalam pribahasa dan ungkapan bahasa Mandailing.

Minggu, 22 Mei 2016

Pelanggaran Terhadap Prinsip Kerja Sama dalam Tatarucingan "Teka-Teki Sunda"

Oleh: Hera Meganova Lyra 
Abstract

Tatarucingan (Sundanese puzzle) is a form of communication such as game language which involve questionnaire and moreover its response should be acceptable. The content of ambiguity is the main factor which differentiate tatarucingan and a simple question. The ambiguous element in tatarucingan viewed from pragmatic angles has been in reality against the cooperative principle revealed by Leech.